4 Sudut Pandang Hukum Sebelum Memulai Bisnis / Usaha Rintisan Anda

Sudah menjadi tugas penasehat hukum untuk menjelaskan dan mengantisipasi tentang potensi yang dapat membahayakan kepentingan klien. Khususnya dalam artikel kali ini penulis akan menjelaskan manajemen resiko sebelum merilis bisnis atau usaha rintisan (start up) menurut sudut pandang hukum, artikel ini ditujukan kepada Anda sebagai referensi dalam memulai usaha Anda.


Sebelum itu penulis ingin mengutip pesan dari salah satu akademisi, beliau berpesan “bicaralah sesuai dengan kapasitas Anda” sederhananya, tidaklah etis apabila penulis dengan latar belakang hukum membahas tentang target pasar, pemasaran, keuangan, dsbg. Sehingga penulis asumsikan bahwa Anda telah memiliki bisnis/usaha baik produk maupun jasa yang siap di jalankan akan tetapi belum mengetahui tentang manajemen resiko dari sudut pandang hukum, oleh karena itu dapat penulis jelaskan secara singkat:


1. Kemitraan (Partnership)

Salah satu manajemen resiko yang paling mendasar adalah kemitraan, bayangkan ketika sebuah usaha dijalankan sendiri-sendiri atau bersama-sama, jika Anda merasa dapat menjalankan dan siap menanggung segala resiko sendiri maka itu sangat bagus dan Anda dapat mengabaikan poin ini dan dapat langsung membaca poin selanjutnya.

Kemitraan merupakan suatu hubungan hukum dalam hal ini hubungan kerja antara subjek hukum baik individu dengan individu, individu dengan badan hukum, dst, dimana hak dan kewajibannya diatur secara tertulis baik dalam bentuk akta pendirian ataupun perjanjian, yang akan dibahas lebih lanjut dalam poin selanjutnya. Bagaimanapun juga, apakah Anda seorang diri ataupun bersama-sama mendirikan usaha, pilihan dan keputusan ada di tangan Anda.


2. Kontrak

Kontrak / perjanjian diatur dalam Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Pada poin 1 telah dijelaskan apa itu kemitraan, akan tetapi tidak dijelaskan dalam bentuk kesepakatan atau persetujuan secara tertulis. Penulis tidak akan menjelaskan kedua perbedaan tersebut, akan tetapi resikonya adalah suatu kesepakatan yang timbul tanpa dituangkan dalam bentuk tertulis atau dalam bentuk kontrak, akan menimbulkan kekaburan, sedangkan hukum bertujuan untuk memberikan kepastian hukum. Anda bebas menilai apabila terjadi suatu konflik atau sengketa dikemudian hari dengan mitra Anda, apakah Anda mengklaim bahwa mitra Anda tidak menjalankan kewajibannya atau apakah Anda merasa telah menjalankan kewajiban tetapi tidak menerima hak Anda dari mitra Anda? Jika Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut, maka Anda akan menyadari pentingnya sebuah kontrak.


Berdasarkan asas kebebasan berkontrak, para individu berhak membuat kontrak dengan individu lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-undangan. Perlu diketahui ragam kontrakpun bermacam-macam dan masing-masing isi dapat ditentukan oleh para pihak berdasarkan kesepakatannya, akan tetapi agar kontrak tersebut dianggap sah dan diakui wajib berpedoman pada Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.


3. Badan Usaha

Badan usaha merupakan identitas usaha Anda, pertanyaan sederhana, apakah Anda seorang profesional di bidangnya? atau apakah Anda memiliki usaha dalam bentuk produk? lalu jika ya produk apa? maka dengan membentuk badan usaha Anda akan memiliki sebuah lisensi yang menjelaskan secara spesifik bahwa jenis usaha apa yang Anda lakukan. Selain menunjukkan keseriusan Anda dalam berusaha dan membangun kepercayaan kepada konsumen, badan usaha sudah jelas dibuat secara legal, artinya secara hukum usaha tersebut ada walaupun usaha tersebut memiliki bangunan fisik atau hanya memiliki alamat koresponden dan dapat dijalankan secara fisik, maya (physically atau virtually), ataupun keduanya.


Bentuk badan usahapun beragam tergantung pada pilihan dan kebutuhan Anda, mulai dari yang paling sederhana untuk perorangan Usaha Dagang (UD), kemudian pilihan dalam badan usaha tidak berbadan hukum yang didirikan berdasarkan kemitraan seperti Persekutuan Komanditair (CV), Firma, Persekutuan Perdata, dan yang berbadan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT), Yayasan, Koperasi. Penulis tidak akan menjelaskan lebih lanjut tentang perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari masing-masing badan usaha tersebut, akan tetapi yang ingin penulis tekankan adalah perlunya badan usaha sebagai identitas usaha Anda akan memudahkan Anda dalam memperoleh legalitas lainnya dan yang terpenting menjadi manajemen resiko.


4. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Poin ini merupakan salah satu bentuk legalitas lainnya yang penulis jelaskan sebelumnya, Hak Kekayaan Intelektual (“HKI”) mencakup merek, paten, dan hak cipta dimana ketiga kategori tersebut diatur dalam undang-undang yang berbeda. Sederhananya, jika Anda memiliki produk yang unik akan tetapi tidak terdaftar atau tidak dilindungi oleh undang-undang, maka secara hukum produk Anda dan segala rahasianya tidak dilindungi oleh undang-undang. Hal ini menjadi penting untuk melindungi produk usaha Anda, dan sebagai manajemen resiko.

  • Catatan Penulis 1 Artikel ini merupakan bahan pertimbangan untuk dapat dijadikan referensi sebelum memulai usaha / bisnis rintisan Anda.

  • Catatan Penulis 2 Pembaca diharapkan mulai sadar pentingnya manajemen resiko terhadap perbuatan yang dapat merugikan kepentingan Anda dikemudian hari.

  • Catatan Penulis 3 Konsultasikan dan diskusikan kepada pengacara atau penasehat hukum pilihan Anda sebelum membuat keputusan hukum.

*Perlu Anda ketahui bahwa peraturan yang digunakan berdasarkan peraturan perundang-undangan Indonesia

*Perlu Anda ketahui bahwa artikel ini berdasarkan sudut pandang hukum penulis


Penulis: Andre Putra Jadnya, S.H., M.H.

Referensi

Buku

Munir Fuady, Menata Bisnis Modern di Era Global, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, 2019.


Dhanang Widijawan, Hukum Kontrak Bisnis, CV Keni Media, Bandung, 2018.


Undang-Undang

UU No, 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten

UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis


#hukum #legalitas #penelitianhukum #studikasus #manajemenresiko #hukumbisnis #hukumperusahaan #usaharintisan #informasihukum #sudutpandanghukum #hukumterkini #attorneyandre

The information on this website is for general information purposes only. Nothing on this site should be taken as legal advice for any individual case or situation.
©2020 All Rights Reserved.